Kamis, 07 Januari 2021

Tanah

Tanah (Pedosfer)

Tanah (Pedosfer) yaitu suatu benda alam yang menempati lapisan kulit bumi yang teratas dan terdiri atas butir tanah, air, udara, sisa tumbuh2an dan hewan, yang merupakan tempat tumbuhnya tanaman.

Sebagai tempat tumbuhnya tanaman, peranan tanah yaitu sebagai tempat tegaknya tanaman, tempat menyediakan unsur-unsur makanan, air, dan tempat menyediakan udara bagi pernapasan akar. Kehidupan tanaman sangat ditentukan oleh sifat-sifat tanah, yang merupakan lingkungan hidup sistem perakarannya.

 

Lapisan Tanah

Dalam garis besarnya lapisan tanah itu dapat dibagi menjadi empat, yaitu:

  1. Lapisan Tanah Atas.

Lapisan ini tebalnya antara 10 cm – 30 cm, warnanya cokelat sampai kehitam-hitaman, lebih gembur, yang disebut tanah olah atau tanah pertanian. Di sini hidup dan berkembang biak semua jasad hidup tanah dan merupakan lapisan tanah yang tersubur sebagai tempat hidupnya tanaman. Warna hitam atau cokelat dan suburnya tanah disebabkan oleh bunga tanah.

  1. Lapisan Tanah Bawah.

Lapisan tanah kedua ini tebalnya antara 50 cm – 60 cm, lebih tebal daripada lapisan atas, warnanya kemerah-merahan. Lebih terang atau lebih muda, dan lebih padat. Lapisan tanah ini sering disebut dengan tanah cadas atau tanah keras. Di sini kegiatan jasad hidup berkurang. Tanaman berumur panjang, yang mempunyai akar tunggang yang dalam dapat mencapai lapisan tanah ini.

  1. Lapisan Bahan Induk Tanah.

Lapisan tanah ketiga ini warnanya kemerah-merahan atau kelabu, keputih-putihan. Lapisan ini dapat pecah dan diubah dengan mudah, tetapi sukar ditembus oleh akar. Di lereng2 gunung lapisan ini sering kelihatan dengan jelas, di mana lapisan di atasnya telah hanyut oleh hujan.

  1. Lapisan Batuan Induk.

Lapisan yang keempat ini disebut batuan induk. Masih merupakan batuan pejal, belum mengalami proses pemecahan. Inilah merupakan bahan induk tanah yang mengalami perubahan beberapa proses dan memakan waktu yang lama. Di pegunungan sering kelihatan, tetapi tumbuh-tumbuhan tak dapat hidup.

Terjadinya Tanah

Tanah terjadi dari batuan induk, kemudian berubah menjadi bahan induk tanah, dan berangsur-angsur menjadi lapisan tanah bawah, yang akhirnya membentuk tanah atas dalam waktu yang lama sekali. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya tanah, yaitu:

  1. Sinar matahari
  2. Air
  3. Udara
  4. Tumbuh-tumbuhan
  5. Makhluk hidup
  6. Jasad hidup dalam tanah.

Jenis Tanah

Jenis-jenis tanah, yaitu:

  1. Tanah Vulkanis, yaitu tanah yang berasal dari bahan-bahan yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi. Tanah ini terdapat banyak di sekitar gunung berapi.
  2. Tanah Kapur, yaitu tanah yang tembus air, tanah ini kurang subur, dan banyak terdapat di pegunungan kapur.
  3. Tanah Laterit, yaitu tanah vulkanis yang telah kena proses pelarutan karena hujan yang banyak serta suhu yang tinggi, sehingga warnanya dari kelabu berubah menjadi kemerah-merahan.
  4. Tanah Padzol, yaitu tanah vulkanis yang terkena hujan banyak, tetapi dengan suhu yang rendah, dan banyak terdapat di daerah pegunungan. Warnanya kekuning-kuningan.
  5. Tanah Margalit, yaitu tanah yang terjadi dari batuan yang banyak mengandung kapur dengan pengaruh hujan yang tidak merata sepanjang tahun, sehingga warnanya berubah menjadi hitam.
  6. Tanah Terrarosa, yaitu tanah yang terbentuk karena hasil pelarutan batuan kapur, tanah ini banyak ditemukan di dasar-dasar lembah dan dolina-dolina pegunungan kapur.
  7. Tanah Liat, yaitu jenis tanah yang memiliki butiran yang halus, dan bentuknya berupa lempeng sifat dari tanah ini, bila kena air sangat lekat dan jika kering menjadi keras dan pecah-pecah.
  8. Tanah Napal, yaitu tanah liat yang tercampur dengan batu kapur.
  9. Tanah Kaolin, yaitu jenis tanah liat yang baik untuk membuat barang-barang keramik.
  10. Tanah Rawang (organosol), yaitu tanah yang terbentuk dari sisa tumbuh-tumbuhan dan terdapat di daerah yang berpaya-paya dan selalu tergenang air.
  11. Tanah Padas, yaitu tanah yang padat, akibat mineral-mineral yang dikeluarkan oleh air dari lapisan bagian atas tanah.
  12. Tanah Aluvial, yaitu tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa melalui sungai. Tanah ini bersifat subur sehingga baik untuk pertanian.
  13. Tanah Pasir, yaitu tanah yang berasal dari batu pasir yang telah melapuk. Tanah ini sangat miskin dan kadar air di dalamnya sangat sedikit. Tanah pasir yang terdapat di pantai-pantai pasir disebutsand dune. Contohnya pantai Parangtritis, Yogyakarta.
  14. Tanah Humus (Bunga Tanah), yaitu tanah yang terjadi dari tumbuh-tumbuhan yang telah membusuk. Tanah yang mengandung humus bersifat sangat subur dan umumnya berwarna hitam.
  15. Tanah Lempung (debu), Yaitu tanah yang tidak mudah merembaskan air. Tanah lempung lebih berat daripada tanah pasir, tetapi lebih ringan daripada tanah liat. Butir-butirnya lebih halus daripada tanah pasir, tetapi lebih longgar daripada tanah liat.

Tingkatan-tingkatan dalam Proses Perubahan Tanah :

  1. Stadium Embrional : tanah yang masih berupa batuan segar.
  2. Stadium Yuvernil : tanah muda remaja yang belum begitu produktif.
  3. Stadium Veriil : tanah dewasa yang produktif
  4. Stadium Seriil : tanah sudah tua dan kurang produktif.

Tekstur tanah adalah keadaan tanah yang menunjukan kasar halusnya tanah. Ini dapat dideteksi dengan cara memirit tanah denngan jari tangan.

Klasifikasi Tekstur Tanah
Pengelompokan tanah terdiri dari : pasir, debu, liat
1) Pasir
- memiliki ciri terasa kasar jika dipegang
- berbutir
- tidak lengket
- tidak bias dibentuk bola atau gulungan
- pengalirkan air (porous/permeable)
2) Debu/Endapan
- terasa tidak kasar
- masih terasa berbutir
- agak melekat
- dapat dibentuk bola atau tegak
3) Liat
- terasa berat
- halus
- sangat lekat
- dapat dibentuk bola dengan baik
- mudah digulung
- juka dibentuk pita panjang mencapai 5 cm atau lebih
- agak sulit menyerapkan air (tidak porous /impermeable)

Tabel klasifikasi tekstur tanah
Mm Inchi Klasifikasi
2,0 0,08 Sangat kasar pasir
1,0 0,04 Kasar pasir
0,500 0,002 Sedang pasir
0.100 0.004 Halus pasir
0,050 0,002 Sangat halus pasir
0,002 0,008 Debu
0,002 0,009 liat

Jenis batuan

Lithosfer atau kerak bumi merupakan lapisan bumi terluar yang bersifat padat, keras dan dingin. Lapisan ini tersusun dari berbagai macam batuan. Batuan adalah benda padat atau solid yang tebuat secara alami dari satu macam atau lebih mineral pembentuk.
Batuan berasal dari magma yang berada di dalam perut bumi, keluar melalui jalur-jalur ekstruksi seperti pipa kawah suatu gunung berapi.

Berdasarkan cara terbentuknya, batuan dibedakan menjadi 3, antara lain :

  • Batuan Beku (Igneous Rocks)
    Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma karena peristiwa pendinginan dan pemadatan magma. Batuan beku menutupi sebagian besar dari seluruh permukaan bumi.
    Batuan beku memiliki ciri-ciri antara lain :
    struktur batuan homogen dan kompak, tidak memiliki perlapisan dan umumnya tidak mengandung fosil.
    Beberapa contoh batuan beku misalnya Granit, Scoria, Pumice dan Obsidian.
  • Batuan Sedimen (Sedimentary Rock)
    Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena peristiwa pengendapan bahan pembentuknya oleh berbagai energi pengangkut seperti air, angin dan gletser.
    Material penyusun batuan sedimen adalah pasir, lumpur dan kerikil. Material-material tersebut akan menjadi batuan apabila mengalami proses pengerasan setelah terendapkan.
    Batuan sedimen memiliki ciri-ciri antara lain : memiliki perlapisan yang jelas, bersifat klastik atau berbutir dan biasanya banyak terdapat fosil di dalamnya.
    Beberapa contoh batuan sedimen misalnya Sandstone, Limestone, Konglomerat dan Gypsum.
  • Batuan Metamorf (metamorphic rocks)
    Batuan metamorf atau sering juga disebut dengan batuan malihan adalah batuan yang mengalami perubahan fisik maupun kimia. Batuan metamorf terbentuk karena pengaruh suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Batuan metamorf dapat berasal dari batuan beku maupun batuan sedimen.
    Beberapa contoh batuan Metamorf misalnya Marble, Slate, Quartzite, dan Gneiss

Terbentuknya batuan di permukaan melalui sebuah proses yang secara panjang dan berurutan. Batuan pada awalnya membeku akibat proses tektonik maupun vulkanik. Seiring waktu batuan beku tererosi oleh kekuatan angin dan air hujan lalu mengendap di suatu tempat menjadi batuan sedimen dan kemudian tenggelam ke dalam perut bumi karena gaya tektonik dan berubah menjadi batuan metamorf. Batuan metamorf tersebut kemudian dikeluarkan ke permukaan bumi lewat erupsi gunung berapi menjadi batuan beku dan seterusnya.

Siklus batuan ini secara alamiah akan berputar-putar terus-menerus layaknya  sebuah siklus yang lain.

Lapisan lapisan bumi

Bumi adalah salah planet anggota tata surya matahari yang berada di galaksi Bimasakti (Milky Way). Berada di urutan ke tiga dari matahari bumi memiliki atribut-atribut yang mendukung terbentuknya kehidupan di dalamnya, mulai dari air, tanah dan udara yang bersahabat bagi makhluk-makhluk yang tinggal di dalamnya.

Planet Bumi yang ditempati oleh bermilyar-milyar manusia dan makhluk hidup lain ini merupakan planet yang bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan secara terus-menerus dimulai dari sejarah awal terbentuknya sampai saat ini. Bumi memiliki beberapa lapisan yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Lapisan bumi dimulai dari lapisan terluar meliputi kerak bumi (lithosfer), mantel (astenosfer) dan inti bumi (barisfer) yang memiliki inti luar dan inti dalam.

Adapaun penjelasan mengenai lapisan-lapisan tersebut antara lain :

  • Litosfer (Kerak Bumi) adalah lapisan kulit bumi paling luar yang berupa batuan padat. Lithosfer berasal dari dua kata yaitu lithos yang berarti batuan dan sphere yang berarti lapisan. Berdasarkan 2 kata pembentuk tersebut dapat dijelaskan bahwa lithosfer adalah lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi yang disebut juga dengan kerak/kulit bumi.

Kerak bumi memiliki ketebalan lapisan yang tidak sama di semua tempat. Tebal kerak bumi di bawah benua mencapai 20 – 70 km, sedangkan kerak bumi di bawah samudera sekitar 7 – 10 km. Kerak bumi disusun oleh 2 lapisan pembentuk yaitu :

    1. Lapisan Sial (Silisium dan Aluminium), berada di bagian atas yang membentuk lapisan kerak benua (continental crust) . Lapisan ini bersifat granitis karena dibentuk oleh oleh batuan penyusun dominan yaitu granit. Lapisan kerak benua ini memiliki massa jenis 2,7 gram/cm3.
    2. Lapisan Sima (Silisium dan Magnesium), berada di bagian bawah yang membentuk lapisan kerak samudera (Oceanic Crust) dengan massa jenis 3,0 gram/cm3. Lapisan ini didominasi oleh materi batuan basalt dengan ketebalan rata-rata 7-10 km (lapisan basaltik)

Lapisan kerak bumi merupakan lapisan yang bersifat keras, padat dan relatif dingin dengan ketebalan mencapai 70 – 100 km yang tersusun oleh batuan beku, sedimen dan metamorf.

  • Lapisan di bawah kerak bumi (lithosfer) adalah lapisan mantel (astenosfer). Lapisan astenosfer ini memiliki ketebalan mencapai 1.200 km dengan massa jenis 5 gram/cm3. Lapisan ini didominasi oleh penyusun utama yang berupa besi dan magnesium yang bersifat panas dan cair.
  • Lapisan Inti Bumi atau Barisfer terdiri atas lapisan inti luar dan inti dalam. Lapisan ini memiliki massa jenis sekitar 15 gram/cm3 dengan materi penyusun terdiri atas besi dan nikel.

Itulah lapisan-lapisan pembentuk bumi dari yang bersifat padat maupun cair, dari yang panas hingga dingin

RANGKUMAN KD 3.7 HIDROSFER

MATERI HIDROSFER LENGKAP

MATERI HIDROSFER
I. KOMPETENSI DASAR
Menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi .

Tujuan pembelajaran:
1. Mengidentikasi unsur-unsur siklus hidrologi.
2. Mengidentifikasi berbagai jenis perairan.
3. Mendeskripsikan daerah aliran sungai.
4. Menjelaskan potensi air permukaan dan air tanah.
5. Menjelaskan penyebab dan dampak banjir.
6. Mendeskripsikan pantai dan pesisir laut.
7. Mendeskripsikan ekosistem pantai/pesisir.
8. Mengidentifikasi zona pesisir dan laut.
9. Menjelaskan morfologi laut dan gerak air laut.
10. menguraikan kualitas suhu, kecerahan, dan salinitas air laut.

 A. Pengertian Hidrosfer


Hidrosfer berasal dari kata hidro yang berarti air dan shaire yang berarti lapisan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hidrosfer merupakan tubuh air atau lapisan air yang menyelimuti bumi, baik yang berbentuk cair, salju, maupun es. Air merupakan sumber kehidupan utama bagi manusia. Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa air. Hampir tiga perempat permukaan bumi tertutup oleh air, baik air yang berada di perairan darat maupun air yang berada di perairan laut. Lapisan air yang menutupi permukaan bumi kita disebut hidrosfer. Lapisan air tersebut menutupi permukaan bumi dan membentuk sungai, danau, rawa, awan, maupun uap air. Dengan bantuan sinar matahari, air selalu mengalami sirkulasi sehingga jumlahnya di bumi relatif tetap.

Ilmu yang mengkaji perairan disebut hidrologi. Hidrologi mempunyai beberapa cabang ilmu, yaitu sebagai berikut:
  • Potamologi, yaitu ilmu yang mempelajari air yang mengalir di permukaan tanah.
  • Limnologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air yang menggenang di permukaan tanah (danau).
  • Geohidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air yang terdapat di bawah tanah.
  • Kriologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang salju dan es.
  • Hidrometeorologi, yaitu ilmu yang mempelajari faktor-faktor meteorologi yang berpengaruh terhadap kondisi hidrologi.
B. Siklus Hidrologi

Air yang ada di bumi mempunyai jumlah yang relatif tetap dan selalu mengalami sirkulasi yang disebut siklus air. Perubahan yang dialami air di Bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Siklus air terjadi dengan bantuan penyinaran matahari. 

Siklus air dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Siklus air pendek
Radiasi matahari dan angin menyebabkan air laut mengalami penguapan. Kemudian terjadi kondensasi dan membentuk titik-titik air yang disebut awan. Awan yang jenuh turun sebagai air hujan di permukaan air laut. Siklus air seperti ini disebut siklus air pendek.
2) Siklus air sedang
Air laut mengalami penguapan, kemudian terjadi kondensasi dan membentuk awan. Awan tertiup angin dan terbawa ke daratan kemudian terjadi hujan di daratan. Sebagian air hujan akan meresap ke dalam tanah, mengalir ke permukaan, dan akhirnya menuju ke laut. Siklus air seperti ini disebut siklus air sedang.
3) Siklus air panjang
Air laut mengalami penguapan, lalu terjadi kondensasi dan membentuk awan. Awan ini terbawa ke daratan dan terjadi hujan berupa hujan salju dan es. Salju dan es kemudian mengendap di permukaan tanah dan pada musim semi mulai mencair. Air tersebut kemudian sebagian akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir ke permukaan tanah, dan akhirnya menuju ke laut. Siklus air seperti ini disebut siklus air panjang. 


AIR PERMUKAAN

Air permukaan adalah bagian dari air hujan yang tidak mengalami infiltrasi (peresapan), atau air hujan yang mengalami peresapan dan muncul kembali ke permukaan bumi sebagai mata air. Mata air yang muncul di permukaan bumi akan mengalir sebagai air permukaan.

Macam-macam air permukaan : 

                                     Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah
A. Sungai
Sungai adalah air tawar yang mengalir dari sumbernya di daratan menuju dan bermuara di laut, danau, atau sungai lain yang lebih besar. Aliran sungai merupakan aliran yang bersumber dari 3 jenis limpasan, yaitu : limpasan yang berasal dari hujan, limpasan dari anak2 sungai, dan limpasan dari air tanah.

Pada umumnya, sungai bermuara sampai ke laut atau danau2. Tetapi, adapula sungai2 yang muaranya tidak dapat mencapai laut banyak terdapat di daerah gurun yang amat kering. Di Australia, sungai jenis ini disebut creekdan di Arab disebut Wadi. Pada saat hujan, palung2 sungai ini berisi air tetapi bilamana hujan tidak ada, sungai ini hanya berupa palung2 yang kerin. Air hujan yang mengalir tidak dapat mencapai laut karena banyak meresap ke dalam tanah yang kering dan ada pula yang habis menguap kembali ke atmosfer.


Ada berbagai bentuk atau tipe sungai yaitu :
  • Sungai Consequent Lateral, yakni sungai yang arah alirannya menuruni lereng2 asli yang ada di permukaan bumi seperti dome, blockmountain, atau dataran yang baru terangkat.
  • Sungai Consequent Longitudinal,  yakni sungai yang alirannya sejajar dengan antiklinal (bagian puncak gelombang pegungungan).
  • Sungai Subsequent, yakni sungai yang terjadi jika pada sebuah sungai consequent lateral terjadi erosi mundur yang akhirnya akan sampai ke puncak lerengnya, sehingga sungai tersebut akan mengadakan erosi se samping dan memperluas lembahnya. Akibatnya akan timbul aliran baru yang mengikuti arah strike (arah patahan).
  • Sungai Superimposed, yakni sungai yang mengalir pada lapisan sedimen datar yang menutupi lapisan batuan di bawahnya. Apabila terjadi peremajaan, sungai tersebut dapat mengikis lapisan2 penutup dan memotong formasi batuan yang semula tertutup, sehingga sungai itu menempuh jalan yang tidak sesuai dengan struktur batuan.
  • Sungai Antecedent, yakni sungai yang arah alirannya tetap karena dapat mengimbangi pangangkatan yang terjadi. Sungai ini hanya dapat terjadi bila pengangkatan tersebut berjalan dengan lambat.
  • Sungai Resequent, yakni sungai  yang mengalir menuruni dip slope (kemiringan patahan) dari formasi2 daerah tersebut dan searah dengan sungai consequent lateral. Sungai resequent ini terjadi lebih akhir sehingga lebih muda dan sering merupakan anak sungai subsequent.
  • Sungai Obsequent, yakni sungai yang mengalir menuruni permukaan patahan, jadi berlawanan dengan dip dari formasi2 patahan.
  • Sungai Insequent, yakni sungai yang terjadi tanpa ditentukan oleh sebab2 yang nyata. Sungai ini tidak mengalir mengikuti perlapisan batuan atau dip. Sungai ini mengalir dengan arah tidak tentu sehingga terjadi pola aliran dendritis.
  • Sungai Reverse, yani sugai yang tidak dapat mempertahankan arah alirannya melawan suatu pengangkatan, sehingga mengubah arahnya untuk menyesuaikan diri.
  • Sungai Composit, yakni sungai yang mengalir dari daerah yang berlainan struktur geologinya. Kebanyakan sungai yang besar merupakan sungai composit.
  • Sungai Anaclinal, yakni sungai yang mengalir pada permukaan, yang secara lambat terangkat dan arah pengangkatan tersebut berlawanan dengan arah arus sungai.
  • Sungai Compound, yakni sungai yang membawa air dari daerah yang berlawanan geomorfologinya.


Ada berbagai pola aliran sungai, sebagai berikut :
  • Pararel, adalah pola aliran yang terdapat pada suatu daerah yang luas dan miring sekali, sehingga gradient dari sungai itu besar dan sungainya dapat mengambil jalan ke tempat yang terendah dengan arah yang kurang lebih lurus. Pola ini misalnya dapat terbentuk pada suatu coastal plain (dataran pantai) yang masih muda yang lereng aslinya miring sekali kea rah laut.
  • Rectangular, adalah pola aliran yang terdapat pada daerah yang mempunyai struktur patahan, baik yang berupa patahan sesungguhnya atau hanya joint (retakan). Pola ini merupakan pola aliran siku2.
  • Angulate, adalah pola aliran yang tidak membentuk sudut siku2 tetapi lebih kecil atau lebih besar dari 90o. di sini masih kelihatan bahwa sungai2 masih mengikuti garis2 patahan.
  • Radial Centrifugal, adalah pola aliran pada kerucut gunung berapi atau dome yang baru mencapai stadium muda dan pola alirannya menuruni lereng2 pegunungan.
  • Radial Centripetal, adalah pola aliran pada suatu kawah atau crater dan suatu kaldera dari gunung berapi atau depresi lainnya, yang pola alirannya menuju ke pusat depresi tersebut.
  • Trellis, adalah pola aliran yang berbentuk seperti trails. Di sini sungai mangalir sepanjang lembah dari suatu bentukan antiklin dan sinklin yang pararel.
  • Annular, adalah variasi dari radial pattern. Terdapat pada suatu dome atau kaldera yang sudah mencapai stadium dewasa dan sudah timbul sungai consequent, subsequent, resequent dan obsequent.
  • Dentritic, adalah pola aliran yang mirip cabang atau akar tanaman. Terdapat pada daerah yang batu2annya homogen, dan lereng2nya tidak begitu terjal, sehingga sungai2nya tidak cukup mempunyai kekuatan untuk menempuh jalan yang lurus dan pendek.



Profil sungai dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Sungai bagian huluSungai di bagian hulu mempunyai lembah berbentuk V. Hal ini disebabkan adanya lereng yang terjal sehingga arus air cepat. Akibatnya erosi vertical berjalan cepat. Di daerah ini belum terjadi sedimentasi sehingga air di daerah ini masih jernih.

2) Sungai bagian tengahSungai di bagian tengah mempunyai lembah berbentuk U. Di bagian ini erosi vertikal mulai mengecil dan erosi melebar (horizontal) menjadi lebih besar. Sedimentasi sudah mulai terjadi, namun materialnya masih agak kasar, dan sudah terjadi aliran sungai yang berkelok (meander).

3) Sungai bagian hilirSungai di bagian bawah atau hilir berbentuk U (U melebar). Gejala erosi vertical sudah tidak ada, namun erosi horizontal masih dapat berlangsung. Ciri profil sungai di daerah hilir ini antara lain terdapat meander, endapan berupa material halus, sering berbentuk delta, dan sering terdapat tanggul alam.

b. Danau



                                                                      Danau Toba

Danau adalah tubuh air dalam jumlah besar yang menempati basin di wilayah daratan. Suatu genangan dapat disebut danau jika paling tidak memiliki tiga kriteria sebagai berikut :

• Mempunyai permukaan air yang cukup luas sehingga mampu menimbulkan gelombang.

• Air cukup dalam sehingga terdapat strata suhu pada kedalaman air tersebut.

• Vegetasi yang mengapung tidak cukup untuk menutupi seluruh permukaan danau.
Danau dapat terjadi dari berbagai sebab berikut :
 
1) Danau glasial
Danau glasial dapat terjadi sebagai akibat adanya erosi dan pengendapan yang diakibatkan oleh aktivitas gletser di lereng-lereng bukit atau pegunungan. Contoh dari danau glasial dapat kita temui pada Danau Stanley di Idaho, AS; Danau Michigan di Michigan, AS; dan Danau Huron di Kanada.
 

2) Danau vulkanik
Danau vulkanik terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik. Kaldera yang terbentuk akibat letusan gunung berapi, tergenang oleh air hujan. Danau seperti ini disebut juga danau crater. Beberapa danau vulkanik dapat ditemui di Indonesia, seperti kaw ah Gunung Kelud, kawah Gunung Tangkuban Perahu, dan Danau Maninjau di Sumatera Barat.


3) Danau tektonik
Danau tektonik terbentuk akibat gerakan lempeng tektonik. Gerakan lempeng tektonik ini dapat menyebabkan terjadinya patahan sehingga terbentuk lembah (slenk), kemudian terisi oleh air hujan dan membentuk suatu genangan yang disebut danau. Contoh danau jenis ini adalah Danau Singkarak dan Danau Towuti.
  
4) Danau tekto-vulkanik
Danau tekto-vulkanik terbentuk akibat adanya kegiatan tektonik dan vulkanik. Adanya kegiatan tektonik memacu kegiatan vulkanik sehingga terjadi patahan dan gunung berapi. Bekas gunung berapi tersebut menjadi suatu basin yang kemudian terisi air hujan sehingga terbentuk danau. Contoh danau tektovulkanik adalah Danau Toba.

5) Danau karst
Danau karst terbentuk akibat adanya proses solusi atau pelarutan kapur oleh air sehingga terbentuk suatu dolina/dolin. Jika dolina ini terisi oleh air hujan maka terbentuklah danau karst. Proses solusi kapur juga akan menyebabkan terjadinya subsiden atau runtuhan sehingga terbentuk suatu basin yang jika terisi oleh air hujan akan terbentuk suatu genangan yang disebut danau. Danau seperti ini dapat kita temui di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.



6) Danau aliran
Danau aliran dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu danau oxbow, danau lateral, dan danau delta. Danau aliran terjadi akibat pemotongan meander sehingga terbentuk sisa aliran yang tertinggal. Jika sisa aliran tersebut terisi air maka terbentuklah danau oxbow. Danau aliran juga dapat terjadi akibat sedimentasi yang besar sehingga menutup muara anak sungai dan terbentuk genangan di muara anak sungai. Danau ini disebut danau lateral. Jika genangan air ini terjadi didaerah delta maka terbentuk danau delta.

7) Danau laguna
Danau laguna terjadi akibat kombinasi kerja antara angin dan ombak yang menyebabkan terjadinya tanggul-tanggul pasir di sepanjang pantai dan kemudian membentuk suatu laguna.

8) Danau buatan (waduk)
Danau buatan terjadi akibat adanya pembendungan sungai yang dilakukan oleh manusia. Contoh dari danau jenis ini adalah Waduk Saguling, Waduk Gajah Mungkur, dan Waduk Kedungombo.
 
Danau sebagai tempat penampungan air mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia dan penyeimbangan lingkungan sekitar. Manfaat danau bagi kehidupan antara lain sebagai berikut:
• Danau sebagai pembangkit listrik
• Tempat rekreasi
• Perikanan darat
• Pengendali banjir


c. Rawa
Pernahkah kamu melihat rawa? Mungkin di daerah tempat tinggalmu terdapat rawa. Di Indonesia, rawa banyak terdapat di pantai timur Sumatra dan pantai selatan Kalimantan. Rawa merupakan daerah yang selalu tergenang air. Genangan ini bisa berasal dari air hujan, air sungai, maupun dari sumber mata air di dalam tanah. Keberadaan rawa sangat bermanfaat bagi kehidupan. Tumbuhan rawa seperti eceng gondok dapat digunakan sebagai bahan baku biogas dan barang kerajinan seperti anyaman tas dan sebagainya. Selain itu, rawa dapat digunakan sebagai lahan pertanian pasang surut perikanan darat dan dikembangkan sebagai daerah wisata.


Air tanah

Air tanah adalah air yang terdapat di bawah permukaan tanah yang dibatasi oleh satu atau dua lapisan tanah atau batuan yang kedap air. Lebih dari 98% air yang terdapat di daratan adalah air tanah. Pada saat ini, air tanah mempunyai peranan yang sangat penting untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia. Air tanah ini terdapat pada lapisan tanah yang disebut akifer (aquifer).


a. Macam-macam akifer

Akifer dapat dibedakan sebagai berikut :
 
1) Akifer bebas, yaitu akifer yang terletak di atas di lapisan yang kedap air. Akifer ini sering disebut juga dengan unconfined aquifer.
 
2) Akifer tertekan, yaitu akifer yang terletak di antara dua lapisan yang kedap air. Akifer ini sering disebut dengan confined aquifer.
 
3) Akifer menggantung, yaitu akifer yang berada di atas akifer bebas dan berukuran kecil. Akifer ini sering disebut dengan purched aquifer.

b. Macam-macam air tanah

Air tanah dapat dibedakan sebagai berikut :
 
1) Air preatis, yaitu air tanah yang terletak pada akifer bebas. Misalnya, air sumur.
 
2) Air artesis, yaitu air yang terletak pada akifer tertekan. Jika pada permukaan tanah dibuat sumur bor maka sering disebut juga dengan sumur artesis.


Manfaat air tanah bagi kehidupan manusia antara lain sebagai berikut :
• Kebutuhan rumah tangga, yaitu untuk mandi, mencuci, memasak, dan air minum.
• Irigasi, yaitu sumber air bagi pertanian, misalnya sumur bor di daerah Indramayu, Jawa Barat.
• Perindustrian, yaitu dimanfaatkan sebagai sumber air industri, misalnya industri tekstil dimanfaatkan untuk pencelupan, industri kulit untuk membersihkan kulit, dan lain-lain.


Perairan Laut

Laut adalah bagian permukaan bumi yang cekung dan tertutup oleh air yang mempunyai kadar garam tinggi. Ilmu yang mempelajari perairan laut adalah oseanografi.



a. Klasifikasi perairan laut
 
a.1 Perairan laut berdasarkan luas dan bentuknya
 
 1) Teluk adalah bagian laut yang menjorok(masuk) ke daratan. Misalnya, Teluk Pelabuhan Ratu, Teluk Poso, dan Teluk Tomini.
 
2) Selat adalah laut yang relatif sempit dan terletak di antara dua pulau. Misalnya, Selat Sunda, Selat Bali, dan Selat Madura.
 
3) Laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau yang relatif lebih luas dibadingkan dengan selat. Misalnya, Laut Jawa, Laut Tengah, dan Laut Merah.
 
4) Samudera adalah laut yang sangat luas dan terletak di antara benua-benua. Misalnya, Samudera Hindia, Samudera Atlantik, dan Samudera Pasifik.


a.2 Perairan laut berdasarkan proses terjadinya
 
1) Laut trangresi adalah laut yang terjadi karena ada genangan air laut terhadap daratan pada waktu berakhirnya zaman es. Misalnya, Laut Jawa, Laut Arafuru, dan Laut Cina Selatan.
 
2) Laut regresi adalah laut yang menyempit, yang terjadi pada zaman es karena penurunan permukaan air laut sebagai akibat adanya penurunan.
 
3) Laut ingresi adalah laut yang terjadi karena dasar laut mengalami gerakan menurun. Misalnya, Laut Banda, Laut Flores, Laut Sulawesi, dan Laut Maluku.
 
a.3 Perairan laut berdasarkan letaknya
 
1) Laut tepi adalah laut yang terletak di tepi benua. Misalnya, Laut Cina Selatan yang dipisahkan oleh Kepulauan Indonesia dan Filipina.
 
2) Laut pertengahan adalah laut yang terletak di antara benua-benua. Misalnya, laut yang berada di Indonesia, Laut Tengah (Laut Mediteran) yang terletak di Benua Eropa, Benua Afrika, dan Benua Asia.
 
3) Laut pedalaman adalah laut yang terletak di tengah-tengah benua dan dikelilingi oleh daratan. Misalnya, Laut Kaspia, Laut Hitam, dan Laut Mati.


a.4 Perairan laut menurut kedalamannya

1) Zona littoral
Zona littoral atau zona pesisir laut terletak di antara garis pasang dan garis surut. Jadi, kedalamannya 0 m (nol meter). Pada zona ini tampak beberapa jenis binatang, tetapi bukan ikan, misalnya undur-undur dan jengking (kepiting darat).

2) Zona neritik
Zona neritik adalah laut yang terletak pada kedalaman 0 m – 200 m. Misalnya, Laut Jawa, Laut Natuna, Selat Malaka dan Laut Arafuru. Ciri-ciri zona neritik sebagai berikut.
• Sinar matahari masih menembus dasar laut.
• Kedalamannya ± 200 m.
• Bagian paling banyak terdapat ikan dan tumbuhan laut.

3) Zona batial
Zona batial adalah laut yang terletak pada kedalaman 200 m -1.000 m. Secara geologis, zona ini merupakan batas antara daratan dan perairan.
Ciri-ciri zona batial sebagai berikut.
• Sinar matahari tidak ada lagi.
• Kedalaman antara 200 m – 1.000 m.
• Tumbuh-tumbuhan jumlahnya terbatas.

4) Zona abisal
Zona abisal adalah laut yang terletak pada kedalaman lebih dari 1.000 m sampai 6.000 m.
Ciri-ciri zona abisal sebagai berikut.
• Sinar matahari tidak ada lagi.
• Kedalaman antara 1.000 m - 6.000 m.
• Suhu sangat rendah sudah mencapai titik beku air.
• Tumbuh-tumbuhan tidak ada lagi dan jumlah binatang menjadi terbatas.


b. Batas Landas Kontinen, Laut Teritorial, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan perairan laut yang mengelilingi pulau-pulaunya. Wilayah laut yang luas perlu dikelola dan diawasi. Dalam pengelolaan wilayah laut dan penjagaan perbatasan wilayah dengan negara tetangga perlu peraturan. Pemerintah Indonesia telah menetapkan peraturan tentang wilayah perairan laut negara Republik Indonesia. Peraturan ini merupakan landasan untuk mengelola perairan laut agar memberi keuntungan di bidang sosial, ekonomi, dan pertahanan keamanan.



1) Batas Landas Kontinen

Pada tahun 1973 pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia. Penentuan landas kontinen Indonesia dan negara-negara tetangga dilakukan dengan perjanjian. Beberapa perjanjian tentang batas wilayah perairan laut telah dilakukan Indonesia dengan negara tetangga. Berdasarkan isi perjanjian di atas, wilayah laut Indonesia dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu laut teritorial (laut wilayah), laut Nusantara, landas kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).


2) Laut Teritorial (Laut Wilayah)

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Deklarasi Juanda pada tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi ini menetapkan bahwa batas perairan laut wilayah Indonesia adalah 12 mil laut diukur dari garis pantai masing-masing pulau sampai titik terluar. Deklarasi ini juga melandasi lahirnya Wawasan Nusantara.

3) Laut Nusantara
Merupakan laut yang berada di antara pulau-pulau yang dibatasi oleh garis dasar/pangkal pulau yang bersangkutan. Kedaulatan atas wilayah laut ini berada sepenuhnya di tangan negara Indonesia.


4) Landas Kontinen
Merupakan bagian dasar laut paling tepi atau dekat kontinen/benua dengan kedalaman laut sampai 200 m. Wilayah landas kontinen Indonesia berada di luar laut teritorial Indonesia. Pada wilayah ini eksplorasi dan eksploitasi laut masih dapat dimungkinkan.


5) Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) diumumkan pemerintah Indonesia pada tanggal 21 Maret 1980. Pengumuman ini berpengaruh terhadap wilayah Indonesia dan negara-negara lain. Wilayah laut Indonesia bertambah luas mencapai dua kali dari sebelumnya. Pihak asing dilarang mengambil kekayaan laut di wilayah ZEE. 

Penentuan batas wilayah laut dengan negara tetangga dilakukan dengan kesepakatan bersama. Indonesia mempunyai kepentingan atas ZEE antara lain sebagai berikut:
• Hak berdaulat atas ZEE untuk eksplorasi, eksploitasi, pengelolaan, dan konservasi sumber daya alam.
• Hak untuk melakukan penelitian, perlindungan, dan pelestarian lingkungan laut.
• Pelayaran internasional bebas melalui wilayah ini. Negara lain bebas melakukan pemasangan berbagai sarana perhubungan laut.


c. Manfaat perairan laut
 
Laut memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, di antaranya sebagai berikut.
• Sumber mata pencaharian penduduk
• Sarana transportasi laut
• Pembangkit tenaga listrik
• Tempat wisata bahari
• Pengatur iklim
• Tempat pertahanan dan keamanan
• Sumber bahan tambang

RANGKUMAN KD 3.6 ATMOSFER

Apa jadinya jika planet bumi tidak memiliki atmosfer yang lengkap?. Tentunya tidak akan ada kehidupan lahir di bumi ini.

Atmosfer adalah salah satu bagian dari geosfer atau lapisan bumi. Fenomena atmosfer sangat kompleks dan dibangun oleh berbagai macam variabel.

Berikut ini rangkuman materi geografi kelas 10 bab dinamika atmosfer. Silahkan dipelajari dan jangan lupa share ke teman-teman lain.

1. Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi dan tersusun atas uap air dan gas kering yaitu nitrogen, oksigen, karbondioksida, argon dan beberapa gas lain.
 
2. Atmosfer bumi berfungsi sebagai penyedia gas-gas yang penting bagi kehidupan dan sebagai pelindung dari ancaman benda asing dan gelombang elektromagnetik berbahaya dari matahari.

3. Berdasarkan perubahan suhu secara vertikal, atmosfer terbagi menjadi lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer.Gejala optik di atmosfer diantaranya pelangi, halo, fatamorgana, aurora dan sun dog.

4. Cuaca adalah kondisi atmosfer dalam waktu singkat dan wilayah sempit. Iklim adalah kondisi rata-rata atmosfer dalam waktu relatif lama dan waktu yang luas.

5. Unsur-unsur cuacal iklim terdiri atas suhu, tekanan udara, angin ,kelemaban, awan dan curah hujan.

6. Perbedaan intensitas panas permukaan bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti letak lintang, lama penyinaran, relief, topografi, kondisi vegetasi da tutupan awan.

7. Pemanasan permukaan bumi oleh matahari melalui proses konveksi, adveksi, turbulensi dan konduksi.

8. Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum.


9. Efek Coriolis membelokan arah angin ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan bumi selatan. Efek Coriolis adalah dampak dari rotasi bumi.

10. Sirkulasi angin terbagi atas angin global dan angin lokal. Angin global terdiri atas angin passat, angin antipassat dan angin muson.

11. Sirkulasi angin lokal terdiri atas angin darat, angin laut, angin fohn, angin lembah dan angin gunung.

12. Klasifikasi iklim tediri atas iklim Junghuhn, iklim Schmidt-Ferguson, Iklim Koopen, Iklim Oldeman dan Iklim Matahari.

13. Iklim Junghuhn diklasifikasikan menurut ketinggian dan vegetasi budidaya yaitu iklim panas, iklim sedang, iklim sejuk dan iklim dingin.

14. Iklim Schmidt-Ferguson dihitung menurut rata-rata bulan kering dan bulan basah dalam satu tahun. Bulan kering adalah bulan dengan curah hujan < 60 mm dan bulan basah adalah bulan dengan curah hujan > 100 mm. 

15. Klasifikasi iklim Koppen terbagi menjadi lima kelompok utama, yaitu A (tropis), B (kering), C (subtropis), D (benua), dan E (kutub). Dasar klasifikasi Koppen adalah suhu dan rerata curah hujan.

16. Iklim Oldeman diklasifikasikan menurut jumlah bulan basah berturut-turut dalam satu tahun. Iklim Oldeman sesuai untuk kegiatan pertanian.

17. Iklim matahari terbagi menjadi iklim tropis, subtropis, sedang dan kutub. Pewilayahan iklim matahari dibatasi oleh garis lintang.

18. Awan adalah kumpulan uap air dan kristal es di atmosfer yang melayang-layang. Awan diklasifikasikan menurut bentuk dan ketinggiannya.

19. Awan menurut bentuknya terbagi menjadi cumulus, stratus dan sirus. Ada juga awan unik seperti lentikular, mammatus dan kumulonimbus.
Awam mamatus
20. Awan menurut ketinggiannya terbagi menjadi awan rendah, awan menengah, awan tinggi dan awan vertikal. 

21. Awan kumulus biasa muncul pada saat kondisi udara tenang, cerah dan angin sepoi-sepoi. Awan kumulonimbus adalah awan yang menjadi pertanda akan ada hujan badai. Awan sirrus banyak mengandung kristal es sehingga kadang memunculkan fenomena halo.

22. Hujan atau presipitasi adalah peristiwa jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi. Manifestasi presipitasi bisa air, es dan salju.

23. Hujan terbagi menjadi hujan konveksi, hujan orografis dan hujan frontal. Hujan yang tidak sampai ke permukaan bumi dinamakan virga.
 
24. Tipe iklim Indonesia terbagi menjadi iklim musim, iklim laut dan iklim panas. Kondisi iklim Indonesia dipengaruhi oleh letak lintang, bentuk kepulauan, relief dan pergerakan angin muson serta kondisi perairan Hindia dan Pasifik.

25. Efek rumah kaca adalah proses memanasnya permukaan bumi akibat bantuan gas rumah kaca. Fenomena efek rumah kaca membuat bumi menjadi hangat dan layak huni.

26. Global warming adalah peristiwa naiknya suhu permukaan bumi dalam kurun waktu lama akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Global waming memicu perubahan iklim dan naiknya muka air laut

Jumat, 11 Januari 2019

MUHASABAH

KISAH TAUBAT NYA MALIK BIN DINAR
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

"SAUDARA ku yg masih terjebak dengan kemaksiatan, JANGANLAH kalian berputus asa untuk BERTAUBAT, Sungguh ALLOH SWT sangat MERINDUKAN mu untuk BERTAUBAT dan kembali ke Pangkuan-Nya"

Mari sama-sama kita simak kisah nya :
Malik Bin Dinar sebelum bertaobat adalah Raja maksiat, semua maksiat yang ada di muka bumi ini kalau di tanyakan ke Malik Bin Dinar pasti dijawab, “sudah”.
Suatu ketika orang bertanya kepadanya, bagaimana ia dapat mengubah kelakuannya yang buruk itu?. Pada mulanya Malik enggan memberitahu, tetapi setelah didesak beberapa kali, dia pun bersetuju menceritakan kisah dirinya.

Menurutnya, dulu dia satpam atau penjaga keamanan di pasar. Kehidupannya dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba dan memukuli manusia, Ia lakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat pun melainkan semua ia telah melakukannya.

Malik sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargainya karena kebejatannya. Maliak bin Dirham RA, Menurutku: “suatu waktu, akau merindukan pernikahan dan memiliki anak. Aku pun menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah. Aku sangat mencintainya. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah lah pula keimanan didalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku. Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamer, dia pun mendekat kepadaku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai bajuku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun. Seakan-akan ALLOH SWT lah yang mendorong melakukan hal tersebut.

Setiap kali ia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada ALLOH SWT selangkah, setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal.

Aku pun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setan kepadaku: “sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan yang belum pernah engku lakukan sebelumnya.”
Aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamar sepanjang malam. Aku minum, minum dan minum. Aku lihat diriku telah terlempar di dalam mimpi. Di alam mimpi tersebut aku melihat hari kiamat.

Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumi pun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil. “Fulan bin fulan, kemari! Mari menghadap al-Jabbar.” Aku melihat si fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan. Sampai aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku, “Mari menghadap al-Jabbar!”

Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku, seakan-akan tidak ada seorang pundi padang Mashsyar. Aku melihat seekor ular besar yang ganas lagi kuat merayap megejar ke arahku dengan membuka mulutnya. Aku pun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah.
Aku berkata, “ Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!” dia menjawab “ Wahai anakku aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat!”

Aku pun berlari kearah yang ditujukkan. Tiba-tiba aku mendapati api ada dihadapanku. Akupun berkata, “Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri kedalam api?”

Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata, “Demi ALLOH, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku.”
Dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata, “Aku lemah sebagimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatu pun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat.
Aku berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan memakanku. Aku melihat di atas gunung terdapat anak kecil-kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak, “Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu”.

Aku mengetahui bahwa dia putriku. Aku pun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Dia pun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya sementara aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Dia duduk di pangkuanku sebagimana dulu di dunia.
Dia berkata kepadaku, “Wahai ayah, belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat ALLOH.”
Kujawab, “Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu,”

Dia berkata, “itu adalah amal keburukanmu, engkau rela membesarkan dan menumbuhkaan nya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal di dunia akan dirupakan menjadi sosok bentuk pada hari kiamat? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan seuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih keci, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu.”

Dia berkata, ”Aku tebangun dari tidurku dan berteriak : Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai rabbku, ya ‘belumkah datang waktunya bagiku orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat ALLOH.” Lantas aku mandi dan keluar untuk melaksanakan shalat shubuh dan ingin segera bertobat dan kembali kepada ALLOH SWT. Itulah kisah tobat Malik Bin Dinar RA, yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi’in dan termasuk ulama Basrah, dia terkenal dalam hidupnya sebagai ulama yang selalu menangis sepanjang malam memohon ampunan kepada ALLOH SWT.
...

Selasa, 08 Januari 2019